pH dan Alkalinitas dapat memicu Penyakit pada benih lele




Kali ini saya akan bercerita mengenai salah satu petani pendeder saya yang berlokasi di tengah kota sebut saja pak andi. Beliau mengeluhkan mengenai kondisi ikan selalu kena moncong merah dan kumis grepes yang menyebabkan SR selalu dibawah 70% yang menyebabkan kerugian. Penyakit itu muncul ketika waktu cuaca terik pada siang hari. Kemudian saya tanya lagi ketika pada siang hari yang terik muncul masalah kena aeromonas, apakah ketika hujan lebat ikan terkena masalah. Jawabanya ikan terlihat aman dari penyakit. 
Mundur lagi kebelakang saya nanya terkait kondisi kualitas air di pak andi. Ternyata ada fakta baru lagi yakni nilai ph yang sangat tinggi lebih dari ,alkalinitas yang lebih dari 300 ppm, nitrit diatas 0,5 ppm.
Sebagai seorang praktisi saya cukup kaget melihat kondisi ini. Kemudian saya tanya lagi apakah sudah ada cara untuk mengatasinya. 
Beliau jawab sudah dilakukan semua diberi rhodobacter sudah, diberi bacillus sudah ,diberi vitamin sudah dicampur pakan pun sudah namun tetap saja terjadi masalah tersebut. 
Saya cukup lama diam untuk memikirkannya masalah kolam dia ph tinggi ,alkali tinggi dan nitrit tinggi. Waktu siang hari adalah kondisi ideal untuk akumulasi bahan organik yang berada pada tinggi-tingginya.Saat pH naik disertai suhu naik kemudian kondisi TAN naik menyebabkan kadar amonia naik secara drastis. Amonia naik pasti akan bergeser ke nitrit yang sangat beracun bagi ikan. Menyebabkan pemicu penyakit ikan seperti aeromonas dan kumis gripis. 
Dengan pengetahuan saya yang terbatas yang merekomendasikan untuk menggunakan molase dengan tujuan untuk menjaga ph agar tidak naik secara signifikan Saya menyarankan menggunakan dosis 5 ppm selama 1 minggu 3 kali. 
Setelah menggunakan molase kondisi ph ada di rentan 7,1-7,9 menandakan molase cukup efektif untuk meredam naiknya pH dan yang paling penting kondisi ikan nampak sehat. 
Dibawah ini saya jabarkan keterkaitan ph dan alkalinitas terhadap munculnya penyakit.

Pada umumnya lingkungan media yang baik untuk kehidupan ikan adalah dengan nilai alkalinitas diatas 20 ppm (Anonimus, 2004), sedangkan Boyd (1988) menyatakan bahwa kisaran alkalinitas dan kesadahan bagi ikan adalah 2} - 300 ppm. Alkalinitas optimal dalam budidaya ikan intensif adalah 100 - 150 ppm (Wedenmeyer, 1996). Fungsi utama alkalinitas adalah sebagai penyangga fluktuasi pH air. Semakin tinggi alkalinitas maka kemampuan air untuk menyangga lebih tinggi sehingga fluktuasi pH semakin rendah. Alkalinitas dan kesadahan selain berfungsi sebagai penyangga pH, ternyata melalui kalsiumnya penting dalam mempertahankan kepekaan membran sel dalam jaringan saraf dan otot (Smith, 1982).



Ya, parameter pH tinggi (alkali) dan alkalinitas tinggi yang tidak terkontrol sangat berkontribusi terhadap munculnya penyakit seperti infeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan gejala fisik seperti kumis rontok pada benih lele.
​Berikut adalah penjelasan mengenai mekanismenya:

​1. Hubungan pH Tinggi dengan Toksisitas Amonia
​Masalah utama dari pH yang tinggi (di atas 8,5) bukanlah pH itu sendiri, melainkan pengaruhnya terhadap amonia.
​Peningkatan Amonia Beracun (NH_3): Dalam air, amonia berada dalam dua bentuk: Un-ionized Ammonia (NH_3) yang sangat beracun dan Ionized Ammonia (NH_4^+) yang relatif aman.
​Semakin tinggi pH, semakin besar persentase NH_4^+ yang berubah menjadi NH_3 yang beracun. Amonia yang tinggi merusak jaringan insang dan mukus (lendir) luar tubuh ikan.

​2. Kerusakan Fisik dan "Kumis Rontok"
​Kumis lele adalah organ sensorik yang sangat sensitif. Kondisi air yang terlalu basa (pH tinggi) dan korosif akibat alkalinitas yang ekstrem dapat menyebabkan:
​Iritasi Jaringan: Air yang terlalu basa bersifat korosif, yang secara perlahan mengikis lapisan pelindung pada sungut (kumis).
​Degradasi Sirip dan Kumis: Paparan terus-menerus terhadap amonia bebas (NH_3) menyebabkan jaringan lunak seperti ujung sirip dan kumis mengalami nekrosis atau pembusukan, yang kita kenal dengan istilah kumis rontok/buntung.

​3. Pemicu Serangan Aeromonas
​Bakteri Aeromonas sebenarnya bersifat oportunistik—ia selalu ada di air tetapi hanya akan menyerang saat ikan stres atau terluka.
​Stres Lingkungan: pH dan alkalinitas yang fluktuatif atau terlalu tinggi melemahkan sistem imun benih lele.
​Pintu Masuk Infeksi: Ketika kumis rontok atau kulit lecet akibat kondisi air yang korosif, luka tersebut menjadi "pintu masuk" utama bagi bakteri Aeromonas untuk masuk ke dalam aliran darah (septikemia). Akibatnya, muncul gejala perut kembung, borok, dan perdarahan pada pangkal sirip.

​4. Peran Alkalinitas Tinggi
​Alkalinitas adalah kemampuan air untuk menetralkan asam (penyangga/buffer).
​Sisi Positif: Alkalinitas yang stabil menjaga agar pH tidak turun drastis di malam hari.
​Sisi Negatif: Jika alkalinitas terlalu tinggi (misalnya di atas 200-250 ppm) bersamaan dengan pH yang tinggi, air menjadi sangat stabil dalam kondisi basa. Hal ini menyulitkan pembudidaya untuk menurunkan pH ke angka ideal (7-8) menggunakan bahan organik karena daya penyangganya terlalu kuat.
​Langkah Pencegahan:
​Cek Amonia: Jika pH terpantau di atas 8,5, segera lakukan pergantian air secara parsial untuk membuang akumulasi amonia.
​Pemberian Probiotik: Gunakan bakteri pengurai (seperti Bacillus sp.) untuk menekan populasi Aeromonas dan membantu menstabilkan bahan organik.
​Aplikasi Asam Organik: Jika alkalinitas terlalu tinggi, penggunaan molase atau asam nitrat/fosfat secara terukur (dengan pengawasan ketat) dapat membantu menurunkan pH ke kisaran optimal.

Referensi :
- Anonim s. 200 4 . http I I O.Fish. com/Parameter Air [ 1 9 Mei 20041 
- Boyd, C.E. 1988. Water quality in warmwater fish 1'tonds. Fourth Printing Auburn Univ. Agricultural Experiment Station. Alabama, LTSA
- Smith, L. S. 19 82. Introduction to fish physioIog1,,. THP. Publ. Inc. Hongkong. 352p.
- Wedenmeyer, G.A. 1996. Physiologi offish in intensive culture systems. Chapman and Ha11. International ThompsonPubl. N. Y. 232p.

Hendrawan Bayu Aji S.St.Pi

Lulusan Perikanan dari tambak, feedmill, entrepreneur, dan startup perikanan. Hanya ingin berbagi kisah pengalaman hidup

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama