| Bakteri PSB |
Penerapan teknologi yang ramah lingkungan diharapkan mampu mengatasi masalah dalam budidaya ikan. Salah satunya dengan memanfaatkan Bakteri fotosintetik (BF) seperti rhodopseudomonas palustrisdan rhodobacter capsulatusdan rhodobacter.Bakteri inimenggunakan energi cahaya untuk proses fotosintesis, menghasilkan senyawa organik dari bahan anorganik, serta mengeluarkan oksigen sebagai produk sampingan (Telaumbanua et al., 2023). Bakteri ini juga dapat mencerna limbah organik menjadi biomassa, yang dapat mengurangi kadar COD dan senyawa nitrogen, menciptakan ekosistem yang lebih seimbang,meningkatkan oksigen terlarut dan mendukung pertumbuhan ikan (Munaeni et al., 2022; Salamah and Zulpikar, 2020).
Untuk aplikasi lapangan—seperti untuk perikanan atau pengolahan limbah—Anda bisa menggunakan bahan-bahan yang lebih ekonomis dan mudah ditemukan. Metode ini sering disebut sebagai pembuatan kultur PSB (Photosynthetic Bacteria).
Berikut adalah resep dan bahan praktis untuk membuat kultur Rhodobacter skala lapangan:
Bahan Utama (Media Tumbuh)
Untuk wadah berukuran 1,5 liter (botol air mineral besar), Anda membutuhkan:
Air: Gunakan air sumur atau air kolam yang bersih. Hindari air PDAM yang mengandung kaporit (jika terpaksa, endapkan dulu 24 jam).
Telur (Ayam atau Bebek): 1 butir. Berfungsi sebagai sumber protein dan asam amino.
Vetsin/MSG: 1–2 sendok makan. Berfungsi sebagai sumber nitrogen.
Saus Ikan (Opsional tapi sangat disarankan): 1–2 sendok makan. Memberikan aroma dan nutrisi tambahan yang mempercepat pertumbuhan bakteri.
Bibit (Starter) Rhodobacter: Sekitar 100–200 ml. Menggunakan starter yang sudah jadi akan mempercepat proses dan mencegah kegagalan (kontaminasi bakteri lain).
Cara Pembuatan
Pencampuran Nutrisi: Kocok telur, MSG, dan saus ikan dalam satu wadah hingga tercampur rata.
Persiapan Botol: Masukkan air ke dalam botol transparan hingga hampir penuh (sisakan ruang sedikit untuk starter).
Memasukkan Bahan: Masukkan 1–2 sendok makan campuran telur tadi ke dalam botol berisi air.
Inokulasi: Masukkan starter Rhodobacter ke dalam botol.
Pengisian Penuh: Tambahkan air hingga botol benar-benar penuh (tidak ada ruang udara) agar tercipta kondisi anaerob. Tutup rapat.
Pengocokan: Kocok perlahan botol agar semua bahan tercampur.
Proses Inkubasi (Pematangan)
Kunci utama bakteri fotosintetik adalah cahaya matahari.
Penjemuran: Letakkan botol di tempat yang terkena sinar matahari langsung sepanjang hari.
Suhu: Pastikan botol tetap hangat. Suhu ideal di lapangan berkisar antara 30°C hingga 35°C.
Durasi: Biasanya memakan waktu 7 hingga 14 hari.
Indikator Keberhasilan: Air akan berubah warna menjadi merah tua, merah kecokelatan, atau ungu. Jika warna berubah menjadi hijau gelap atau hitam dan berbau sangat busuk (bangkai), berarti kultur terkontaminasi bakteri lain.
Tips Penggunaan di Lapangan
Dosis: Untuk kolam budidaya, dosis umum adalah 1–5 ppm (1–5 liter per 1.000 m^3 air) yang diaplikasikan setiap 3–7 hari sekali pada pagi atau siang hari saat matahari terik.
Penyimpanan: Simpan sisa kultur di tempat yang tetap terkena sedikit cahaya agar bakteri tetap aktif, namun jangan terlalu panas jika tidak sedang digunakan untuk perbanyakan
![]() |
| PSB yang sudah jadi |
Referensi :
- Telaumbanua, B. V., Telaumbanua, P. H., Lase, N. K., and Dawolo, J. (2023). Penggunaan Probiotik Em4 Pada Media Budidaya Ikan: Review. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 19(1), 36–42. https://doi.org/10.30598/tritonvol19issue1page36-42
- Salamah, S., and Zulpikar, Z. (2020). Pemberian probiotik pada pakan komersil dengan protein yang berbeda terhadap kinerja ikan lele (Clarias sp.) menggunakan sistem bioflok. Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, 7(1), 21. https://doi.org/10.29103/aa.v7i1.2388



