Penyakit Kuning pada lele pengobatan dan pencegahannya

Penyakit lele kuning (jaundice) adalah gangguan kesehatan serius akibat kerusakan hati dan empedu, umumnya dipicu malnutrisi, pakan busuk/tengik (terutama jeroan), atau kualitas air buruk. Gejalanya meliputi tubuh berwarna kuning, lesu, nafsu makan turun, dan kematian massal. Penanganan meliputi ganti air, kurangi pakan, dan beri vitamin.Penyakit lele kuning (Jaundice) sangat mudah dideteksi secara langsung karena apabila terserang seluruh tubuh berwarna kuning, ikan tampak lemas, dan kurang nafsu makan. Penyakit lele kuning disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin dalam serum darah ikan. Organ hati ikan lele tidak mampu untuk memproses perombakan sel darah merah secara efisien. Bilirubin tidak ditransfer secara baik dari hati yang akan disekresikan ke usus melalui saluran empedu. Warna kekuningan berasal dari bilirubin yang tersebar pada kulit, mata hingga membran mukus (Hastuti dan Subandiyono., 2012). 


Gambar Lele kuning

Pemicu penyakit lele kuning

Penyakit lele kuning tidak serta merta timbul tanpa adanya pemicu. Faktor yang memicu yang menyebabkan kenaikan kadar bilirubin yaitu akibat pemberian pakan yang kurang higienis. Kenaikan kadar bilirubin dalam ikan lele (hiperbilirubinemia) adalah kondisi yang menandakan adanya gangguan serius pada fungsi hati (liver) atau kerusakan organ hati, yang menyebabkan akumulasi pigmen empedu berwarna kuning di dalam darah dan jaringan tubuh ikan. Ikan lele membutuhkan pakan yang mengandung nutrisi lengkap, mulai dari lemak, protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral dengan kadar yang sesuai. Kualitas pakan juga dipengaruhi oleh bagaimana cara pakan tersebut disimpan. Agar zat gizi dalam pakan tak berkurang pakan sebaiknya disimpan di tempat yang tidak lembab agar tidak berjamur. Sebanyak apapun kuantitas pakan dalam satu wadah, apabila terdapat sedikit jamur maka seluruh pakan tidak dapat diberikan ke ikan. Jamur mengandung mycotoksin dan miselium yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Miselium jamur dapat menyebar ke seluruh pakan dalam satu wadah tersebut.

Infeksi penyakit jelang panen

Penyakit lele kuning dapat menginfeksi seluruh ikan dalam sebuah kolam dan menginfeksi ikan pada 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm Masalah ini menjadi simalakama bagi para pembudidaya karena jika ikan terlalu awal dipanen ukurannya tidak sesuai dengan permintaan pasar. Akan tetapi, jika terlalu lama tidak dipanen ikan lebih rentan terserang penyakit. Tidak semua pembudidaya memanen ikan dalam waktu bersamaan, adapun pembudidaya memanen ikan apabila ada permintaan dari konsumen. Jika terlalu banyak ikan yang terinfeksi penyakit kuning maka tidak ada pilihan lagi bagi pembudidaya selain  menjual ikan dalam kondisi sakit. Ikan lele yang terinfeksi Jaundice sebaiknya tidak dikonsumsi oleh manusia karena selain ada penyakit kuning, terdapat infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri seperti Streptococcus sp. yang dapat menginfeksi manusia.

Pengobatan Lele Kuning

Tindakan Penanganan dan Pencegahan

Mengatasi ikan lele kuning (penyakit kuning/malnutrisi) dapat dilakukan dengan memisahkan lele yang sakit, menguras 30-50% air kolam, memperbaiki kualitas pakan (tidak kadaluwarsa/berjamur), dan memberikan probiotik serta vitamin C. Penyakit ini sering disebabkan nutrisi buruk atau pakan alternatif berlebihan. 

Langkah-langkah Mengatasi Lele Kuning:

Karantina Lele Sakit: Segera pisahkan lele yang berwarna kuning ke kolam khusus  agar tidak menular ke lele sehat.

Pergantian Air Rutin: Ganti air kolam secara rutin (sekitar 5-10% per hari) untuk menjaga kualitas air dan menurunkan amonia.

Evaluasi Pakan: Hentikan pemberian pakan alternatif yang berpotensi menyebabkan penyakit (seperti jeroan) dan ganti dengan pakan pelet berkualitas tinggi.

Pemberian Probiotik & Herbal: Gunakan probiotik (seperti EM-4) untuk memperbaiki kualitas air dan tambahkan vitamin C pada pakan. Penggunaan ramuan herbal seperti bawang putih dan daun pepaya juga bisa diterapkan.

Puasa Makan: Puusa kan lele selama 12-24 jam jika serangan cukup parah untuk membersihkan sistem pencernaan, lalu mulai berikan pakan sedikit demi sedikit.

Pengobatan Tambahan: Jika diperlukan, gunakan Obat Kuning Acriflavine dengan dosis tepat untuk mengatasi infeksi. 

Pencegahan yang paling efektif adalah dengan memberikan pakan yang tidak lembab atau berjamur dan menjaga kebersihan kolam secara konsisten.




Referensi :

https://fikkia.unair.ac.id/ancaman-penyakit-kuning-pada-ikan-lele-surutkan-harga-jual/


Hendrawan Bayu Aji S.St.Pi

Lulusan Perikanan dari tambak, feedmill, entrepreneur, dan startup perikanan. Hanya ingin berbagi kisah pengalaman hidup

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama