Secara garis besar kegiatan budidaya lele meliputi pembenihan, pendederan, dan pembesaran (Shafitri dan Hafsaridewi, 2012). Salah satu tahapan krusial dalam budidaya lele adalah fase pendederan, di mana benih lele yang masih rentan terhadap perubahan lingkungan, serangan penyakit, serta kualitas pakan harus dikelola dengan optimal untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidupnya. Pendederan lele bertujuan untuk menghasilkan benih berkualitas dengan tingkat kelangsunganhidup yang tinggi sebelum memasuki tahap pembesaran (Wulandari, 2024).
Proses pendederan lele sangkuriang perlu diperhatikan, mengingat bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendederan meliputi kualitas air, kepadatan tebar, jenis pakan, serta manajemen pemeliharaan(Yusrin dan Diamahesa, 2024). Survival rate (SR) ikan menunjukkan persentase ikan yang bertahan hidup hingga akhir penelitian dibandingkan dengan jumlah awal saat pemeliharaan dimulai (Bachtiar, 2006).
Isitlah untuk ukur bibit lele diberbagai daerah sangat bervariasi ada yang memakai panjang (cm) dan memakai 1 ukuran tiktok. Di Solo Raya umumnya pembudidaya memakai 1 ukuran. Beikut saya rangkumkan ukuran jumlah beserta beratnya.
Ukuran Benih >>> Berat per ekor (gr) >>> Ukuran tiktok>>> Jumlah ekor/Kg
1-2 >>> 0,6 >>> - >>> 6000-6500
2-3 >>> 0,3 >>>- >>> 3300-3700
3-4 >>> 0,5 >>> 4 >>> 1700-1900
3-5 >>> 1,25 >>> 4 >>> 800-900
4-6 >>> 2,5 >>> 5 >>> 400-500
4-7 >>> 2,9 >>> 5 >>> 340-370
5-7 >>> 4,1 >>> 6 >>> 240-260
6-8 >>> 6,6 >>> 7 >>> 150-170
7-9 >>> 9,0 >>> 8 >>> 100-110
9-11 >>> 12 >>> 10 >>> 90-70
LBG >>> 20 >>> - >>> 40-50
Remaja >>> 50 >>> >>> 15-25
Ukuran bibit lele yang ideal untuk budidaya pembesaran adalah 5-7 cm atau 7-9 cm, yang sehat, aktif, dan seragam, dengan masa pemeliharaan sekitar 40-50 hari. Bibit berukuran 5-7 cm umum digunakan untuk memulai budidaya agar lebih cepat panen. Pastikan benih tidak cacat dan lincah.
Bibit 3-4 cm / 3-5 cm: Biasanya digunakan untuk pendederan lanjutan, butuh penanganan lebih intensif. Pendederan ke 5-7 biasanya butuh waktu sekitar 1 bulan.
Bibit 7-9 cm / 8-9 cm: Ukuran "siap tebar" yang disarankan untuk pertumbuhan lebih cepat dan lebih tahan stres.10-12 cm: Ukuran besar, cocok untuk mempercepat masa panen (menjadi konsumsi).
Referensi :
Shafitri, N., & Hafsaridewi, R. (2012). Identifikasi kebutuhan input produksi pada usaha budidaya ikan lele (Clarias sp) di Kabupaten Boyolali. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 7(2), 61-68.
Wulandari, A. (2024). Pendederan ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) dengan padat tebar tinggi di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, Jawa Barat [Diploma thesis, Politeknik Negeri Lampung].
Yusrin, & Diamahesa, W. A. (2024). Teknik pembenihan ikan lele (Clarias gariepinus) di Instalasi Balai Benih Ikan Lingsar. Jurnal Ganec Swara, 18(2), 917-924.