Budidaya Nila di kolam air deras memang sangat cocok untuk ikan Nila. Salah satu petani nila mentarget panen nila di ukuran 600 gr ke atas karena untuk kebutuhan pabrik yang kemudian di ekspor. Di butuhkan waktu yang cukup panjang untuk mencapai ukuran 600 gr sekitar 6-7 bulan budidaya. Akibat dari bertambahnya durasi budidaya maka FCR otomatis akan membengkak. Selain itu menggunakan bibit nila monosex sangat membantu dalam mencipatakan ukuran nila yang besar yang sangat sesuai untuk di filet.

Rata-rata feeding rate yang digunakan diangka 3-4% dari biomass estimasi. Petani memprediksi kualitas benih ikan nila dari fcr benih saat panen. Jika FCR saat benih glondong 25 pasti nanti ketika konsumsi FCR tidak jauh dari 20-21. Biasnya pembudidaya menggunakan FCR di angka puluhan per zak. Simple seperti ini membaca FCR petani
30 = 1,00
29 = 1,03
28 = 1,07
27 = 1,11
26 = 1,15
25 = 1,20
24 = 1,25
23 = 1,30
22 = 1,36
21 = 1,43
20 = 1,50
19 = 1,58
18 = 1,67
17 = 1,76
16 = 1,88
15 = 2,00
Cara menghitungnya yakni misal kolam ketika di panen menghasilkan 1.200 kg dengan menghasbiskan pakan 40 zak berat bibit awal 200 kg.
Jadi hitungannya (1.200-200)/40 =25 ~ 1,25 FCR nya
Apabila FCR turun jauh misal 2 angka berarti kualitas pakan mengalami penurunan.

