Manajemen pakan yang baik pada budidaya lele

Kolam tanah budidaya lele

Kualitas pakan ikan dari 20 tahun kebelakang sudah sangat berbeda jauh karena berbagai faktor salah satunya dari jumlah produsen pakan ikan dulu tidak sebanyak sekarang. Semakin banyak produsen pakan maka sumber material pakan juga akan semakin berkurang ini sebagai salah satu penyebab kualitas pakan sekarang berbeda dengan 20 tahun lalu. Maka dari itu pergantian pabrikan dalam periode cepat tidaklah solusi yang tepat karena naik turunnya performa pakan terjadi di semua pabrikan. Maka dari itu petani harus menguasai karakteristik pakan yang dipakainya. Kasarnya begini petani harus menyesuaikan karakter pakan itu seperti apa bukan pakan mengikuti kehendak petani karena pun formulator dan nutrisionis di pabrik sudah mensetting nutrisi yang tepat untuk budidaya perikanan.

Ada pakan dapat menghasilkan FCR yang bagus namun dengan syarat Feeding rate tidak bisa tinggi hanya sedang dan mengakibatkan penambahan periode budidaya. Terdengar sadis bagi para petani namun daripada memaksakan panen dengan periode cepat dengan efek akan membengkaknya konversi pakan akan sangat lebih merugikan bagi para pembudidaya.

Selain itu ada juga pakan yang dapat menggaransi bisa budidaya lele lebih cepat dengan FCR yang baik namun dengan syarat dan ketentuan berlaku yakni harus berani ganti air serta mempunyai harga yang jauh lebih mahal. Dihitung secara analisa usaha pun ketemunya tetap tidak jauh berbeda jauh.

Feeding Rate adalah jumlah pakan yang diberikan setiap hari pada ikan dan dihitung berdasarkan biomassa (Savitri et al., 2015). Persentase pakan (feeding rate) yang cukup, berkualitas tinggi, dan tidak berlebihan merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat keberhasilan usaha budidaya ikan. Berkembangnya. Dilapangan rata-rata petani menggunakan feeding rate 3-5% dari bobot ikan selama budidaya dan itu bisa naik turun pemberiannya karena diberikan secara ad libitum tidak menggunakan program pakan. Ikan Lele pun akan sangat rakus dalam waktu pakan apabila tidak dilakukan manajemen pakan yang baik akan menyebabkan over feeding. Dalam budidaya perikanan mendingan kurang sedikit dalam pemberian pakan daripada kelebihan. Overfeeding dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan kesehatan ikan akan menurun. 

Menurut Subandiyono dan Hastuti (2010), pertumbuhan akan terjadi apabila didukung dengan pemberian pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi ikan. Ikan memerlukan pakan dengan nutrien (protein, karbohidrat, dan lemak) yang sesuai dengan kebutuhan ikan untuk pemeliharaan tubuh serta pertumbuhan. Saya pun pernah melakukan kunjungan di salah satu petani ikan lele dengan media kolam tanah. Beliau ini mengatakan selama budidaya menggunakan FR maksimal 3% namun kelemahannya periode budidaya mundur sampai dengan 3 bulan dapat menghasilkan FCR 0.9-1.0 hanya dengan pakai pakan protein maks 33%. Beliau ini beralasan ikan lele makan harus secukupnya sesuai takarannya sehingga bobot diakhir bisa maksimal karena beliau juga berprofesi sebagai tim panen paham betul bahwa ikan lele dengan durasi budidaya pendek cepat susut bobotnya. 

Selain itu beliau juga memberi pesan bahwa memakai pakan dengan size -2 sampai panen dapat menyebabkan ikan mempunyai ukuran seragam dan menghindari ikan bervariasi terlalu banyak sehingga dapat dipanen semua.  Kekeruhan air juga sangat berpengaruh terhadap perilaku ikan lele air lele dengan air terlalu jernih lebih besar terjadinya kanibalisme.



Referensi

Savitri, A., Hasani, Q., dam Tarsim. 2015. Pertumbuhan Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypothalamus) yang Dipelihara dengan Sistem Bioflok pada Feeding Rate yang Berbeda. eJurnal Rekayasa Teknologi Budidaya Perairan, 4(1).

Subandiyono dan S. Hastuti. 2010. Buku Ajar Nutrisi Ikan. Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Diponegoro, Semarang. 233 hal.

Hendrawan Bayu Aji S.St.Pi

Lulusan Perikanan dari tambak, feedmill, entrepreneur, dan startup perikanan. Hanya ingin berbagi kisah pengalaman hidup

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama