Tujuan penentuan HPP adalah untuk menentukan harga jual produk,memantau realisasi biaya, menghitung laba rugi periodik dan menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca ( Mulyad dalam Cahya dan Alfonsu Nathanael,2020).
| ||
Cara menghitung HPP untuk benih ikan yakni
Biaya Produksi meliputi
1. Biaya Pakan
2. Biaya Bibit
3. Biaya Operasional
4. Biaya Gaji Karyawan
Contoh Perhitungan HPP Budidaya Lele
Pak Toni memelihara ikan lele dengan tebaran 10.000 ekor dengan ukuran 8 dengan harga Rp 240,- . Budidaya berlangsung selama 60 hari pakan yang dihabiskan yakni sekitar 40 zak dengan harga Rp 340.000,- . Infrastruktur kolam di Pak Toni menggunakan sumur bor dengan biaya listrik perbulan Rp. 150.000. Setelah 60 hari budidaya kolam pak toni dapat menghasilkan 960 kg (bersih) dengan harga pasaran 19.000 refraksi 6%. Hitung HPP budidaya ikan lele pada kolam pak Toni.
1. Biaya Pakan : 35*340.000 = 11.900.000
2. Biaya Bibit : 240*10.000 = 2.400.000
3. Biaya Operasional : 2*150.000 = 300.000
= Rp 15.208,-
Masih ada sisa 3.791 per kg pendapat bersih. Dalam budidaya ikan lele FCR yang sangat disarankan adalah tidak boleh lebih dari 1,15.
Biasanya Pembudidaya lele khususnya di Jawa tengah mematok keuntungan per kg Rp 2.500,- . Kalau di rasa 3 kali siklus keuntungan diatas itu berarti budidaya layak untuk dilanjutkan.
