Penyakit Aeromonas (biasanya Aeromonas hydrophila) adalah infeksi bakteri berbahaya pada lele yang sering menyebabkan kematian massal, ditandai dengan bercak merah (borok), sirip rusak, dan nafsu makan menurun drastis. Bakteri ini muncul karena kualitas air buruk, kepadatan tinggi, dan cuaca ekstrem. Pencegahan utamanya adalah menjaga kualitas air, penggunaan probiotik, dan peningkatan imun lele.
Berikut adalah detail mengenai penyakit Aeromonas pada lele:
Gejala Klinis:
Bercak Merah & Borok: Adanya bercak merah pada tubuh, yang lama-kelamaan menjadi luka terbuka atau borok.
Sirip Rusak: Sirip punggung dan ekor terlihat compang-camping atau membusuk.
Perilaku & Nafsu Makan: Lele kurang aktif, sering menggantung, dan nafsu makan menurun drastis.
Lendir Berkurang: Kulit ikan terasa lebih kesat karena produksi lendir terganggu.
Penyebab dan Faktor Risiko:
Bakteri Oportunistis: A. hydrophila selalu ada di air, tetapi menyerang saat lele stres.
Lingkungan Buruk: Kualitas air yang kotor, kadar amonia tinggi, dan perubahan cuaca drastis (panas ke hujan) memicu serangan.
Padat Tebar: Kepadatan ikan yang terlalu tinggi mempermudah penularan secara horizontal (melalui feses atau air).
Kejadian yang paling sering terjadi pada budidaya saat awal tebar dan fase akhir budidaya. Pada fase awal budidaya kondisi ikan lele belum kuat sehingga ketika terjadi perubahan suhu yang mendadak daya tahan tubuh ikan menurun sehingga Bakteri Patogen bisa masuk. Untuk fase akhir terjadi saat pakan per hari sudah berada dipuncak namun sebagian petani terlena akan pergantian air sehingga kadar amonia meningkat dan mentrigger bakteri patogen masuk. Sekarang banyak petani lele menggunakan air kocor 24 jam untuk menjaga kualitas air tetep bagus.
Referensi :
https://www.isw.co.id/post/2019/02/13/seluk-beluk-penyakit-aeromonas-dari-gejala-hingga-cara-pengobatan
