Penggunaan imbuhan pakan dengan Bakteri Asam Laktat untuk meningkatkan kecernaan pakan

Probiotik RABAL yang mulai diperkenalkan cara pembuatannya kepada petani ikan lele di Indonesia melalui Group-Group Facebook sejak tahun 2014 lalu adalah hasil penemuan dan inovasi yang dilakukan oleh Ibnu Sahidir bersama kerabatnya dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee, Aceh.

Probiotik RABAL Classic (PRC) yang akan kita produksi ini berbiaya sangat murah, digunakan untuk membibis pakan/pelet ikan lele, nila dan gurami serta untuk penyiraman pada air kolam ikan yang berguna untuk :

1. Meningkatkan nafsu makan dan pertumbuhan ikan.

2. Meningkatkan bobot ikan lebih cepat.

3. Meningkatkan penyerapan protein dari Alga air kolam dan pelet agar menjadi daging lebih maksimal.

4. Menghilangkan bau air kolam (green water) akibat amoniak dan gas beracun yang dihasilkan oleh kotoran ikan lele.

PROSES PEMBUATAN PROBIOTIK RABAL CLASSIC (PRC) :

Bahan-Bahan :

a. Air isi ulang / RO = 9 liter.

b. Yakult = 2 botol.

c. Ragi Tape = 1 butir

d. Molasses (Tetes Tebu / Gula Jawa / Gula Merah) = 1/2 liter.

e. Air Kelapa Murni (dari 1 butir buah kelapa yang sudah tua)

e. Galon Le Minerale 15 liter = 1 unit.

f. Motto = 1 bungkus kecil

g. Nanas/ pepaya : 1 butir

Cara Mengolah Bahan Probiotik RABAL Classic (PRC) :

Masukkan air bersih 13 liter ke dalam Galon, kemudian tuangkan 2 botol Yakult, tuangkan 1/2 liter Molasses, 1 butir Ragi Tape (yang sudah di tumbuk halus) dan Air Kelapa Murni ke dalam Jeringen yang telah berisi air isi ulang, tambahkan nanas/pepaya kedalam adonan serta motto untuk membantu mepercepat tumbuhnya bakteri .

Kocok jerigen selama 1 - 2 menit agar semua bahan-bahan terlarut dan bercampur merata.

Jika menggunakan Gula Merah, sebaiknya dipanaskan dulu agar mencair, setelah mencair di dinginkan dahulu sebelum di campur dengan bahan-bahan lainnya dalam Jeringen.

Simpan jerigen beserta bahan-bahan didalamnya tersebut selama 7 hari agar terjadi proses fermentasi dengan sempurna yang akan di tandai dengan cairan di dalam jerigen berubah warna menjadi coklat atau kuning dan berbau tape / alkohol.

Setiap hari tutup jeringen dibuka untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi, lalu jeringen ditutup rapat kembali. Jangan lupa jerigen di kocok selama 1-2 menit setiap hari sebelum pembuangan gas-nya agar bahan terus teraduk dgn baik agar berproses dengan sempurna.


Bahan untuk membuat RABAL

Untuk rincian biaya pembuatan larutan PRC akan saya tampilkan pada tabel dibawah ini





Dengan biaya produksi untuk pembuatan PRC dengan volume 15 liter sebesar 20.000 rupiah. Saya menggunakan campuran PRC ini dengan dosis 10 ppm (10 mg/L). Jika Kebutuhan pakan dalam budidaya membutuhkan 1 ton=1.000 kg dengan dosis 10 mg/L maka larutan PRC yang dibutuhkan adalah liter=kg => 10 mg*1000 = 10.000 mg = 10 gram PRC=> maka biaya yang ditambahkan sebesar 15600/10000= 15,6 rupiah. 


Contoh Bakteri RABAL


Saya pernah membandingkan pakan dengan CP 30% ditambahkan rabal dengan  dosis 10 ppm dengan pakan lele CP 32%. Performa pakan dengan menggunakan CP 30%+PRC 10 ppm mendapatkan nilai FCR 1,09 dan CP 32% mendapatkan nilai FCR 1,00. Berdasarkan data percobaan saya selisih FCR sangat tidak berbeda jauh tetapi dengan harga pakan dengan perbedaan protein 2% saja selisih harga bisa lebih dari 1000 rupiah. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menguji efektifitas PRC untuk budidaya ikan lele.

Fungsi Tiap Bahan untuk Fermentasi ;

1. Ragi Tape : Ragi tape berfungsi sebagai katalisator hayati yang memecah senyawa kompleks pada bahan pakan menjadi bentuk lebih sederhana. Jamur dan mikroba di dalamnya meningkatkan kualitas nutrisi, membuat tekstur pakan lebih lunak agar mudah dicerna, serta bertindak sebagai probiotik yang menyehatkan sistem pencernaan ikan. 

2. Micin atau Monosodium Glutamat (MSG) berfungsi sebagai sumber karbon, nitrogen, dan asam amino (asam glutamat). Zat ini sering dimanfaatkan untuk merangsang perkembangbiakan mikroorganisme dan menjaga kelangsungan hidup bakteri.

3. Air kelapa berfungsi sebagai media alternatif yang sangat baik dalam kultur bakteri karena kaya akan nutrisi. Cairan ini menyediakan sumber karbohidrat, asam amino, protein, mineral, dan vitamin yang penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangbiakan, serta aktivitas metabolisme berbagai jenis mikroorganisme

4. Molase atau tetes tebu berfungsi sebagai sumber karbon, nutrisi, dan energi utama untuk mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Bahan ini memungkinkan bakteri berkembang biak dengan cepat dan efisien, mempercepat fermentasi, dan menekan perkembangan mikroba patogen.

5. Ekstrak nanas dan pepaya berfungsi sebagai sumber nutrisi utama (sumber karbon/gula) serta agen biokimiawi berkat enzim proteolitik (pemecah protein) yang dikandungnya.

Hendrawan Bayu Aji S.St.Pi

Lulusan Perikanan dari tambak, feedmill, entrepreneur, dan startup perikanan. Hanya ingin berbagi kisah pengalaman hidup

2 Komentar

Lebih baru Lebih lama