| Animasi Probiotik |
Prebiotik dan probiotik memiliki definisi yang berbeda. Prebiotik dapat didefinisikan sebagai bahan yang tidak dapat dicerna yang menghasilkan pengaruh menguntungkan terhadap inang dengan cara menstimulir secara selektif pertumbuhan satu atau lebih dari sejumlah mikroba yang terbatas pada saluran pencernaan yang dapat meningkatkan kesehatan inang (Sudarmono, 2013).
Bakteri probiotik untuk perikanan dinyatakan sebagai sejumlah bakteri yang mampu memperbaiki kualitas pada perairan dan mencegah patogen dalam perairan. Bakteri probiotik antara lain Phototsynthetic bacteria, Lactobacillus, Actinomycetes, Nitrobacteria, Denitrifying bacteria, Bifidobacterium, yeast, dan sebagainya. Mekanisme kerja probiotik pada akuakultur adalah:
(1) Kompetisi ekslusif terhadap bakteri patogen,
(2) Pengaktifan respon imun atau menstimulasi terhadap imunitas,
(3) Kompetisi untuk reseptor perlekatan pada bagian epitel dari saluran pencernaan,
(4) Kompetisi dalam mendapatkan nutrient,
(5) Mengeluarkan subtasi antibakteri, dan
(6) Dekomposisi zat organik yang tidak diharapkan sehingga perairan menjadi lebih baik (Soeharsono, 2010).
Pernyataan Sudarmono (2013),bakteri yang terdapat dalam probiotik memiliki kelebihan yaitu menstimulasi imunitas melalui peningkatan kadar antibodi organisme akuatik. Bakteri dalam probiotik menghasilkan banyak senyawa – senyawa yang mampu dalam memicu aktivitas imunostimulan.
Bakteri probiotik adalah bakteri yang tergolong bakteri asam laktat (BAL),khususnya dari genus Lactobacillus dan Bifidobacterium (Sujaya et. al., 2008).Bakteri Lactobacillus adalah flora normal yang dapat ditemukan pada usus halus sedangkan Bifidobacteria dapat ditemukan pada usus besar. Lactobacillus casei adalah bakteri yang dapat ditemukan pada produk – produk susu yang difermentasi seperti yoghurt. Bakteri Lactobacillus casei memiliki kaitannya dengan protein susu yaitu casein. Lactobacillus casei memiliki manfaat yaitu untuk menekan atau membatasi pertumbuhan bakteri jahat dalam usus (Sudarmono, 2013).
Dalam praktik dilapangan banyak petani lele khususnya sudah sadar akan pentingnya pemakaian probiotik untuk memaksomalkan efektifitas pakan. Terbaru asa petani di daerah Juwiring Klaten yang menggunakan pakan 34%+ probiotik rabaldengan padat tebar tinggi. Alhasil setelah panen FCR yang biasanya di angka 1,05 meningkat menjadi 0,85. Namun banyak petani lele yang sudah mengetahuinya tetapi tidak melanjutkannya secara kontinyu karena cukup menyita waktu.
Pernyataan Sudarmono (2013), probiotik tergolong dalam makanan fungsional dikarenakan probiotik mengandung komponen – komponen yang dapat meningkatkan kesehatan dengan cara memanipulasi komposisi bakteri dalam saluran pencernaan. Probiotik juga dapat meningkatkan pertumbuhan tanpa mengakibatkan terjadinya proses penyerapan komponen probiotik dalam tubuh sehingga tidak terdapat residu dalam tubuh. Dengan adanya campuran probiotik dalam pellet membuat metabolisme dan pencernaan pada ikan lebih sempurna. Penyerapan pakan yang telah dicampurkan kedalam pakan, 90% pakan yang masuk ke tubuh akan menjadi daging.
Menurut Afrianto dan Evi (2005), Mikroba dalam pencernaan adalah mikroba yang menguntungkan. Mikroba tersebut akan memproduksi yang enzim yang dapat membantu proses perombakan komponen pakan berupa senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana. Sifat mikroba tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan yang dikonsumsi Selain menjaga keseimbangan ekosistem, probiotik dapat menyediakan enzim yang mampu mencerna serat kasar, protein, lemak, dan mendetoksifikasi zat racun atau metabolitnya.
Enzim yang dihasilkan oleh probiotik antara lain amylase, maltase, sukrase, dehydrogenase, proteinase, transaminase, polipeptidase, deaminase, dan lain – lain yang mampu membantu dalam penyerapan pati, serat kasar, protein, dan lemak (Soeharsono, 2010).
Daftar Pustaka
Afrianto, E. dan Evi L. 2005. Pakan Ikan. Kanisisus. Yogyakarta. 143 hlm
Soeharsono. 2010. Probiotik Basis Ilmiah, Aplikasi dan Aspek Praktis. Widya
Padjadjaran. Bandung. 238 hlm
Sudarmono. 2013. Sukses Meramu Sendiri Probiotik Untuk Perikanan,
Peternakan, dan Pertanian. Pustaka Baru Press. Yogyakarta. 194 hlm.